Iring-iringan Orang-orang Berhaji.
Ibadah Haji merupakan perjalanan yang bernilai, pengemberaan yang sakral dan perjalanan wisata yang agung, di mana kaum muslimin mendatangi negeri yang aman dengan jiwa raganya untuk bermunajat kepada Tuhan Semesta Alam.
Alangkah Indahnya perjalanan ini. Alangkah agungnya pemandangan musim haji yang menyentuh hati, menggetarkan jiwa, menyelinap di relung perasaan, menyenangkan sukma-sukma dan menebarkan kebahagiaan.
Adakah engkau lihat pakaian lain yang lebih mulia dari pada pakaian ihram yang dipakai oleh orang yang berhaji dan berumroh? Adakah juga engkau lihat kepala-kepala yang dicukur dan dipendekkan rambutnya? Adakah kafilah yang lewat di dekatmu yang lebih mulia dari kafilah orang-orang yang berthawaf? Adakah lantunan yang lebih memberikan semangat dari pada lantunan orang-orang yang sedang mengumandangkan talbiyah, rintihan orang yang bertaubat, hentakkan nafas orang yang khusyu, dan bisikan orang-orang yang galau?
“..Maka pasti akan Aku kabulkan semua permohonan.. bahkan yang tidak terdengan oleh telinga sekali pun.. Yang kalian lakukan itu bukan materi, kekasih-Ku.. Pertukarkan harta materi kalian dengan ketaatan kepada-Ku.. agar kalian menuai untung.. Serahkan jiwa-jiwa kalian kepada-Ku.. semua itu adalah titipan-Ku”.
Wahai Zat yang memiliki kemuliaan, wahai Zat yang memiliki martabat dan keagungan, langit laksana dalam kemeriahan pesta besar, di dalamnya bergabung Malaikat Jibril dan para malaikat yang lain. Mahasuci engkau, wahai Tuhanku.
Betapa Agungnya Engkau dan betapa adilnya Engkau. Bumi seolah dalam kesemarakan hari raya yang bebas dari darah yang tumpah, harta benda yang diharamkan, kesalahan para pendosa, dan bersuka cita dengan darah (Penyembelihan hewan Qurban) yang ditumpahkan hanya karena AllahYang Maha Esa.
Demikianlah tampak semangat kesetaraan, persaudaraan dan persatuan. Sedemikian jelasnya laksana matahari dan sedemikian terangnya laksana purnama.
Dalam satu perasaan, satu lambing-lambang, satu tujuan, satu tindakan dan satu ucapan. Tanpa ada perbedaan suku bangsa, tidak ada perbedaan warna kulit, tidak ada perbedaan gender dan pangkat.
Dari sini sejarah kembali dimulai. Dari sini kenangan-kenangan abadi dan tempat-tempat yang indah tampak di cakrawalanya. Demikianlah zaman berputar yang putarannya membuat kita mengingat seorang (Muhammad s.a.w) yang berihram yang dengannya Allah menyinari akal, meletakkan pondasi dan melebur dosa-dosa. Kita mengingat jiwa yang paling suci yang berihram dan berteriak, telapak kaki paling mulia yang melakukan thawaf dan sa’I, lisan yang paling benar yang mengucapkan takbir dan tahlil, dan tangan yang paling mulia yang melontar jumrah dan menyentuh Hajar Aswad (Batu hitam di tepi Ka’bah). Di sini kita merasakan kenikmatan, dimana langkahnya (Muahmmad s.a.w) berpindah dari satu masy’ar (tempat yang wajib dikunjungi dalam ibadah haji) ke masy’ar yang lain, melantunkan doa-doa bersama rombongan suci dalam suasana yang sangat menunjukkan ketakwaan, kekhusu’an dan keluruhan perasan. Beliau berjalan bersama para sahabat dan para kekasihnya sambil melantunkan nyanyian yang sangat indah dan syair-syair yang jernih.
Maha suci Engkau wahai Tuhan, betapa indah pemandangan ini dan betapa cantiknya tempat ini. Kota Mekah berkumandang ke penjuru alam. Dari sini sejarah dimulai; sejarah Tauhid, sejarah keadilan, sejarah pembebasan, sejarah kebenaran, kedamaian dan sejarah Islam. Seolah-olah Rasulullah s.a.w. yang berihram sambil mengumandangkan tahlil. Di wajahnya ada semburat kegembiraan, hatinya penuh dengan kebahagiaan dan kerelaan atas nikmat kemenangan, kesempurnaan nikmat, dan masuknya manusia ke dalam agama Islam berbondong-bondong. Seolah-olah Nabi s.a.w. memakai pakaian kemurnian dan kesucian, kesempurnaan dan pengharapan. Di sekelilingnya bintang-bintang dari para shahabat yang agung yang setia dan bertakwa: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Bilal … Mulut mereka bicara kepada dunia:
“Sungguh, kami diutus untuk umat manusia..yang laksana debu berterbangan..Seperti halnya ketentuan yang ditulis di dalam masa..saat kami menjual para pemimpin kami di perang Badar..dan membeli ridha dalam pasukan”
Wahai Allah, sampaikan shalawat dan salam kepada pemilik nafas-nafas yang jernih, wajah yang ceria, jiwa yang rela, aliran darah yang bertaqwa, dan tangan yang menepati janji. Sampaikan pula kepada keluarga dan para shahabatnya. Itulah garis keturunan orang terkemuka yang memiliki pengaruh yang kuat dan perilaku- perilaku yang mempesona.
Aamiin |